BLOGGER TEMPLATES AND TWITTER BACKGROUNDS »

Friday, 1 April 2011

SAMPAI BILAKAH?

Bila mak kata dia teringat, kita jawab sibuk sangat...
Bila ayah kata dia rindu, kita jawab nantilah hujung minggu...
Bila mak minta kita pulang, kita jawab kita belum lapang...
Bila ayah minta kita singgah, kita jawab kerja kita belum sudah...

Bila hati kita terguris, kita kata... "Mak memang tak pernah faham".
Bila hati kita terhiris, kita kata... "Ayah memang tak ambil kisah".

Tetapi...

Bila hati mak kita guris, mak kata... "Tak apa, dia masih muda".
Bila hati ayah kita hiris, ayah kata... "Tak mengapa, belum sampai akalnya".

Bila kita menangis tanda lapar, mak berlari hingga bagai hilang kaki...
Bila kita merintih tanda derita, ayah bersengkang mata bagaikan tiada lena...
Bila kita sedih kerana gagal, mak setia membekalkan cekal...
Bila kita pilu kerana kecewa, ayah teguh berkata dia tetap bangga...




ILMU

Dengan ilmu, manusia bisa menakluki dunia...
Dengan ilmu, manusia bisa menakluki negara...
Dengan ilmu, manusia petah berbicara...
Dengan ilmu, manusia bisa jadi kaya...
Dengan ilmu, manusia bisa terangkat jadi mulia...

Tetapi...

Dengan ilmu tapi tanpa iman, manusia bisa merosak dunia...
Dengan ilmu tapi tanpa hidayah, manusia bisa khilaf pentadbirannya...
Dengan ilmu tapi tanpa rahmat, manusia bisa berbicara penuh sandiwara...
Dengan ilmu tapi tanpa amal, manusia bisa jadi papa...
Dengan ilmu tapi tanpa agama, manusia bila-bila bisa jadi hina...

DILEMA by HIJJAZ


Lihatlah panorama dunia
Wanita bagaikan hilang rasa malunya
Maruah yang menjadi maharnya
Tergadai sia bagai tiada berharga

Di manakah budinya di manakah akhlaknya
Sungguh pilu dan sayu mengenangkannya
Santun tiada lagi nafsu memimpin hati
Kehormatan diri tidak dipeduli

Oh wanita kembali menginsafi
Kepada asal fitrah kejadianmu
Diciptakan untuk dihormati
Sentiasa diredhai Tuhan Pencipta
Kembali kepadanya juga pada Rasulnya
Pasti dihadirkan taufik dan hidayahnya
Wanita...

Kembalilah ke arah kemuliaan
Contohi peribadi Ummul Mukminin
Rasulullah dijadikan suami
Tertawan kerna keluhuran pekerti
Bukan kerana harta bukan kerana nama
Tapi kerana budi yang disanjungi
Kembalilah...

Wanita perhiasan dunia
Bagai kilau permata di antara kaca
Sayangnya makin pudar cahaya
Hingga tiada lagi beza di antaranya..
.